<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nenkliz's Weblog</title>
	<atom:link href="http://nenkliz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nenkliz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jan 2009 14:19:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nenkliz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/003a94ebafeda5f43ac56207c319befe?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Nenkliz's Weblog</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nenkliz.wordpress.com/osd.xml" title="Nenkliz&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nenkliz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kabel Fiber Optik (Serat Optik)</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/kabel-fiber-optik-serat-optik/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/kabel-fiber-optik-serat-optik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 14:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kabel Fiber Optik (Serat Optik) Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=9&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://nadasumbang.co.cc/index.php/kabel-fiber-optik-serat-optik/">Kabel Fiber Optik (Serat Optik)</a></h2>
<p><a name="more-90"></a><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/kabel-serat-optik.jpg" border="0" alt="Kabel Serat Optik" width="320" height="138" align="bottom" />Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau <em>wireless</em>, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_fiber">serat optik</a>, sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Total_internal_reflection">total internal reflection</a>.</p>
<p>Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai <em>core</em>. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai <em>transmitter</em> dan satu lagi sebagai <em>receiver</em>. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" border="0" alt="Detil core kabel serat optik" width="250" height="203" align="bottom" /></p>
<p>Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.</p>
<p>Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.</p>
<p>Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multi-mode_optical_fiber">multi-mode</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Single-mode_optical_fiber">single-mode</a>. Transmitter cahaya berupa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Light-emitting_diode">Light Emitting Diode</a> (LED) atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Laser_diode">Injection Laser Diode</a> (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" border="0" alt="Pulsa cahaya serat optik multi-mode" width="298" height="117" align="bottom" /><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" border="0" alt="Pulsa cahaya serat optik single-mode" width="298" height="147" align="bottom" /></p>
<p>Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-wallmount.jpg" border="0" alt="OTB wallmount" width="200" height="160" align="bottom" /><br />
<img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-rackmount.jpg" border="0" alt="OTB rackmount" width="200" height="133" align="bottom" /></p>
<p>Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).</p>
<p>Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.</p>
<p><img src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" border="0" alt="Berbagai jenis konektor kabel serat optik" width="342" height="168" align="bottom" /></p>
<p>Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_fiber_connector">konektornya</a>, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.</p>
<p>Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_time_domain_reflectometer">Optical Time Domain Reflectometer</a> (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.</p>
<p>Ada 2 tipe design kabel serat optik :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Loose-tube construction (buat 	instalasi di luar ruangan)</p>
</li>
<li>Tight buffer construction (buat di dalam gedung)</li>
</ol>
<p>Kelebihan kabel fiber optic yaitu tidak ada interfensi ke kabel fiber lain. Gak ada gannguan crosstalk seperti pada copper media. Tapi bukan berarti media ini sempuran atau tidak ada gangguannya, kalau instalasinya tidak bener maka akan menimbulkan :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Scattering</p>
</li>
<li>Microbend, Macrobend</li>
</ol>
<p>Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).</p>
<p style="margin-bottom:0;">(http://nadasumbang.co.cc/index.php/kabel-fiber-optik-serat-optik/)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=9&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/kabel-fiber-optik-serat-optik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/kabel-serat-optik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kabel Serat Optik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/detil-core-serat-optik.png" medium="image">
			<media:title type="html">Detil core kabel serat optik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/multi-mode.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Pulsa cahaya serat optik multi-mode</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/single-mode.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Pulsa cahaya serat optik single-mode</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-wallmount.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OTB wallmount</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/otb-rackmount.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OTB rackmount</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/konektor-kabel-serat-optik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berbagai jenis konektor kabel serat optik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERAT OPTIK</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/serat-optik/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/serat-optik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 14:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[elektro]]></category>
		<category><![CDATA[serat optik]]></category>
		<category><![CDATA[sistem telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/serat-optik/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem Komunikasi Serat Optik Pendahuluan Perkembangan dan penerapan teknologi telekomunikasi dunia yang berkembang dengan cepat, secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan sistem telekomunikasi Indonesia. Beroperasinya satelit telekomunikasi Palapa dan kemudian pemakaian SKSO (Sistem Komunikasi Serat Optik) di Indonesia merupakan bukti bahwa Indonesia juga mengikuti dan mempergunakan teknologi ini di bidang telekomunikasi. Tidak disangkal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=33&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem Komunikasi Serat Optik</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Perkembangan dan penerapan teknologi telekomunikasi dunia yang berkembang dengan cepat, secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan sistem telekomunikasi Indonesia. Beroperasinya satelit telekomunikasi Palapa dan kemudian pemakaian SKSO (Sistem Komunikasi Serat Optik) di Indonesia merupakan bukti bahwa Indonesia juga mengikuti dan mempergunakan teknologi ini di bidang telekomunikasi.</p>
<p>Tidak disangkal lagi bahwa serat optik akan memberikan kemungkinan yang lebih baik bagi jaringan telekomunikasi. Serat optik adalah salah satu media transmisi yang dapat menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dengan keandalan yang tinggi. Berlainan dengan media transmisi lainnya, maka pada serat optik gelombang pembawanya tidak merupakan gelombang elektromagnet atau listrik, akan tetapi merupakan sinar/cahaya laser.</p>
<p>Sistem telekomunikasi ini sebenarnya sudah diteliti sejak lama, tetapi karena banyaknya kesulitan atau hambatan yang timbul terutama di dalam usaha menghilangkan kotoran dalam pembuatan serat optik. Kotoran di dalam serat optik dapat mengakibatkan rugi-rugi transmisi dan dispersi yang tidak sempurna.</p>
<p>Sebagaimana namanya maka serat optik dibuat dari gelas silika dengan penampang berbentuk lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya. Pembuatan serat optik dilakukan dengan cara menarik bahan gelas kental-cair sehingga dapat diperoleh serabut/serat gelas dengan penampang tertentu. Proses ini dikerjakan dalam keadaan bahan gelas yang panas. Yang terpenting dalam pembuatan serat optik adalah menjaga agar perbandingan relatif antara bermacam lapisan tidak berubah sebagai akibat tarikan. Proses pembungkusan seperti pemberian bahan pelindung atau proses pembuatan satu ikat kabel yang terdiri atas beberapa buah hingga ratusan kabel pengerjaannya tidak berbeda dengan pembuatan kabel biasa.<br />
Keunggulan Transmisi Serat Optik<br />
Sistem transmisi serat optik ini dibandingkan dengan teknologi transmisi yang lain mempunyai beberapa kelebihan, antara lain :</p>
<p>   1. Redaman transmisi yang kecil.</p>
<p>      Sistem telekomunikasi serat optik mempunyai redaman transmisi per km relatif kecil dibandingkan dengan transmisi lainnya, seperti kabel coaxial ataupun kabel PCM. Ini berarti serat optik sangat sesuai untuk dipergunakan pada telekomunikasi jarak jauh, sebab hanya membutuhkan repeater yang jumlahnya lebih sedikit.</p>
<p>   2. Bidang frekuensi yang lebar</p>
<p>      Secara teoritis serat optik dapat dipergunakan dengan kecepatan yang tinggi, hingga mencapai beberapa Gigabit/detik. Dengan demikian sistem ini dapat dipergunakan untuk membawa sinyal informasi dalam jumlah yang besar hanya dalam satu buah serat optik yang halus.</p>
<p>   3. Ukurannya kecil dan ringan</p>
<p>      Dengan demikian sangat memudahkan pengangkutan pemasangan di lokasi. Misalnya dapat dipasang dengan kabel lama, tanpa harus membuat lubang polongan yang baru.</p>
<p>   4. Tidak ada interferensi</p>
<p>      Hal ini disebabkan sistem transmisi serat optik mempergunakan sinar/cahaya laser sebagai gelombang pembawanya. Sebagai akibatnya akan bebas dari cakap silang (cross talk) yang sering terjadi pada kabel biasa. Atau dengan perkataan lain kualitas transmisi atau telekomunikasi yang dihasilkan lebih baik dibandingkan transmisi dengan kabel. Dengan tidak terjadinya interferensi akan memungkinkan kabel serat optik dipasang pada jaringan tenaga listrik tegangan tinggi (high voltage) tanpa khawatir adanya gangguan yang disebabkan oleh tegangan tinggi.</p>
<p>   5. Kelebihan lain, antara lain</p>
<p>Adanya isolasi antara pengirim (transmitter) dan penerimanya (receiver), tidak ada ground loop serta tidak akan terjadi hubungan api pada saat kontak atau terputusnya serat optik. Dengan demikian sangat aman dipasang di tempat-tempat yang mudah terbakar. Seperti pada industri minyak, kimia, dan sebagainya.</p>
<p>	Kabel Coaxial 	Kabel Serat Optik<br />
Delay 	0.005 ms/km 	0.048 ms/km<br />
Keamanan 	- aman dari penyadapan<br />
- tidak dapat di jamming 	- aman dari penyadapan<br />
- tidak dapat di jamming<br />
Penambahan kanal<br />
Kapasitas kanal<br />
Transmisi TV<br />
Broadcast<br />
Transmisi data<br />
Umur sistem<br />
MTBF 	memasang kabel baru<br />
sedang-besar<br />
baik, tidak ekonomis<br />
tidak dapat<br />
baik, tidak praktis<br />
lebih dari 25 tahun<br />
± 10 tahun 	memasang kabel baru<br />
sedang-besar sekali<br />
baik dan ekonomis<br />
tidak dapat<br />
baiksekali<br />
lebih dari 25 tahun<br />
± 10 tahun<br />
Prinsip Kerja Transmisi pada Serat Optik<br />
Berlainan dengan telekomunikasi yang mempergunakan gelombang elektromagnet maka pada serat optik gelombang cahayalah yang bertugas membawa sinyal informasi. Pertama-tama microphone merubah sinyal suara menjadi sinyal listrik. Kemudian sinyal listrik ini dibawa oleh gelombang pembawa cahaya melalui serat optik dari pengirim (transmitter) menuju alat penerima (receiver) yang terletak pada ujung lainnya dari serat. Modulasi gelombang cahaya ini dapat dilakukan dengan merubah sinyal listrik termodulasi menjadi gelombang cahaya pada transmitter dan kemudian merubahnya kembali menjadi sinyal listrik pada receiver. Pada receiver sinyal listrik dapat dirubah kembali menjadi gelombang suara.</p>
<p>Tugas untuk merubah sinyal listrik ke gelombang cahaya atau kebalikannya dapat dilakukan oleh komponen elektronik yang dikenal dengan nama komponen optoelectronic pada setiap ujung serat optik.</p>
<p>Dalam perjalanannya dari transmitter menuju ke receiver akan terjadi redaman cahaya di sepanjang kabel serat optik dan konektor-konektornya (sambungan). Karena itu bila jarak ini terlalu jauh akan diperlukan sebuah atau beberapa repeater yang bertugas untuk memperkuat gelombang cahaya yang telah mengalami redaman.<br />
Jenis Serat Optik<br />
Berdasarkan sifat karakteristiknya maka jenis serat optik secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu :</p>
<p>   1. Multimode</p>
<p>      Pada jenis serat optik ini penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya terjadi dengan melalui beberapa lintasan cahaya, karena itu disebut multimode. Diameter inti (core) sesuai dengan rekomendasi dari CCITT G.651 sebesar 50 m m dan dilapisi oleh jaket selubung (cladding) dengan diameter 125 m m.</p>
<p>      Sedangkan berdasarkan susunan index biasnya serat optik multimode memiliki dua profil yaitu graded index dan step index. Pada serat graded index, serat optik mempunyai index bias cahaya yang merupakan fungsi dari jarak terhadap sumbu/poros serat optik. Dengan demikian cahaya yang menjalar melalui beberapa lintasan pada akhirnya akan sampai pada ujung lainnya pada waktu yang bersamaan. Berlainan dengan graded index, maka pada serat optik step index (mempunyai index bias cahaya sama) sinar yang menjalar pada sumbu akan sampai pada ujung lainnya dahulu (dispersi) Hal ini dapat terjadi karena lintasan yang melalui poros lebih pendek dibandingkan sinar yang mengalami pemantulan pada dinding serat optik. Sebagai hasilnya terjadi pelebaran pulsa atau dengan kata lain mengurangi lebar bidang frekuensi.</p>
<p>      Oleh karena itu secara praktis hanya serat optik graded index sajalah yang dipergunakan sebagai saluran transmisi serat optik multimode.</p>
<p>   2. Single Mode</p>
<p>Serat optik single mode/monomode mempunyai diameter inti (core) yang sangat kecil 3 – 10 m m, sehingga hanya satu berkas cahaya saja yang dapat melaluinya. Oleh karena hanya satu berkas cahaya maka tidak ada pengaruh index bias terhadap perjalanan cahaya atau pengaruh perbedaan waktu sampainya cahaya dari ujung satu sampai ke ujung yang lainnya (tidak terjadi dispersi). Dengan demikian serat optik singlemode sering dipergunakan pada sistem transmisi serat optik jarak jauh atau luar kota (long haul transmission system). Sedangkan graded index dipergunakan untuk jaringan telekomunikasi lokal (local network).</p>
<p>Bit rate<br />
( Mbit/dt )</p>
<p>Jarak repeater<br />
multimode</p>
<p>Jarak repeater<br />
singlemode<br />
140<br />
280<br />
420<br />
565</p>
<p>30<br />
20<br />
15<br />
10</p>
<p>50<br />
35<br />
33<br />
31</p>
<p>Tim Elektron HME-ITB<br />
elektron@hme.ee.itb.ac.id</p>
<p>| PHS, Pesaing GSM dalam Sistem Komunikasi Wireless Digital di Millenium Baru   | Artificial Intellegence |<br />
.<br />
| INDEX | HALAMAN MUKA |<br />
 © 1999-2000 ELEKTRO Online<br />
All Rights Reserved.</p>
<br />Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=33&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/18/serat-optik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Blog</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 12:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Blog dan Indikator &#8216;Gaul&#8217; Kalau ditanya tentang perkembangan blog di Indonesia, sebagai newcomer di dunia blogger, secara jujur saya kurang tahu kapan dan bagaimana weblog mulai masuk ke Indonesia, tapi dengan melihat data jumlah blog yang ada di Indonesia saat ini, dan begitu ragamnya blogger yang muncul saat ini (mulai dari anak sekolahan, mahasiswa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=31&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan Blog dan Indikator &#8216;Gaul&#8217;</p>
<p>Kalau ditanya tentang perkembangan blog di Indonesia, sebagai newcomer di dunia blogger, secara jujur saya kurang tahu kapan dan bagaimana weblog mulai masuk ke Indonesia, tapi dengan melihat data jumlah blog yang ada di Indonesia saat ini, dan begitu ragamnya blogger<br />
yang muncul saat ini (mulai dari anak sekolahan, mahasiswa, pegawai kantoran, artis, sampai ibu-ibu rumah tangga), saya sangat yakin perkembangannya sangat pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau bisa dibilang jumlah blogger hampir sama dengan jumlah pengguna internet di Indonesia. Sering dengar kan ungkapan Hari gini gak punya blog?&#8221; ujar Muhammad Rusdianto yang berdomisili di Pasar Rebo, Jakarta Timur ini.</p>
<p>Pendapat serupa diungkapkan oleh Lina Mery. Perempuan kelahiran Makassar, 11 November 1983 itu berkata, &#8220;Boleh dibilang blog sudah merupakan trend yang perkembangannya sangat fantastik di Indonesia. Karena melalui blog bisa dijadikan media apa saja, mulai dari mengutarakan pendapat, curahan hati, hobby,dll. Jadi kalo hari gini..belum ngeblog,sayang banget!&#8217;&#8221;</p>
<p>&#8220;Fantastik!&#8221; Kalau boleh saya katakan seperti itu,&#8221; seru Indah Juli Sibarani menanggapi<br />
fenomena blog di Indonesia. &#8220;Saat ini,&#8221; tambah perempuan yang bekerja di PT Indosiar Visual Mandiri ini, &#8220;blog sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama yang sering wara wiri di internet. Bisa dipastikan, sebagian besar penggila internet mempunyai blog. Berdasarkan pengamatan saya di Blog Indosiar (tempat saya bekerja,www.bloggaul.com, setiap hari ada sekitar 6 blog baru yang dipublish. Isi blog pun berbagai macam. Tidak hanya cerita personal tetapi juga blog yang bertema khusus seperti hobby, kesehatan, politik atau humor. Gaya penulisannya pun bermacam-macam, ada yang serius, tak sedikit yang nyeleneh. Tidak hanya blog, komunitas-komunitas blogger, baik yang mewakili daerah maupun perkumpulan, sudah bermunculan di mana-mana, misalnya saja yang baru-baru ini dilaunch, Komunitas Blogger Sumut dan KGB (Komunitas Gila ngeBlog), yang kebetulan keduanya saya ikuti. Karena sudah jadi gaya hidup itu, bukan hal yang aneh, kalau kita berkenalan atau bertemu seseorang, pasti menyebutkan nama blog masing-masing.&#8221;</p>
<p>aktual Sementara ituEko Pramuyanto, seorang blogger yang berdomisili di Bandung dan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil berkomentar, &#8220;Dari apa yang saya lihat, perkembangan blog di Indonesia cukup baik, terutama menyangkut jumlah, meskipun saya tidak tahu perkiraan jumlahnya saat ini. Hal nyata yang saya rasakan adalah makin banyaknya email-email yang masuk ke saya menanyakan bagaimana memulai blog dan mengelolanya (tetapi tidak dapat saya balas semua).&#8221; Lelaki kelahiran Purbalingga, 2 Oktober 1976 ini, lalu melanjutkan,&#8221;Seperti kita lihat bersama, dari menteri, selebriti, hingga anak-anak sekolah sudah makin banyak yang memiliki blog. Dari sudut tema tulisan, saya lihat juga perkembangannya sudah cukup baik. Banyak blog-blog yang mengambil tema khusus dan kualitas tulisannya pun baik sesuai dengan minat bloggernya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dahulu (awal tahun 1996-an) orang yang sering ber-internet-ria lebih cenderung dianggap sebagai kaum minoritas atau dicap sebagai orang yang kurang gaul karena terlalu menutup diri dari perkembangan lingkungan sekitarnya, tidak bisa bersosialisasi langsung dengan teman atau lingkungan yang &#8216;real&#8217;. Namun merebaknya internet yang semakin men-dunia sekarang,&#8221; ujar Yulyanto, seorang blogger yang tinggal di daerah Bekasi ini, &#8220;terutama dengan munculnya istilah weblog atau disingkat menjadi Blog, akses informasi untuk berinteraksi dengan dunia sekitar yang meskipun hanya dalam dunia maya menjadi sangat signifikan pengaruhnya dalam dunia real. Blog dalam perkembangannya berlanjut menjadi sebuah media Interaksi Sosial yang memanfaatkan kecanggihan dunia Teknologi Informasi (IT)dan hingga saat ini blog telah menciptakan banyak Komunitas Sosial Baru yang eksistensinya sudah mulai diakui dan cukup diperhitungkan dalam dunia real.&#8221;</p>
<p>Di Indonesia sendiri, lanjut lelaki kelahiran Bekasi, 16 Juli 1979 ini, &#8220;Eksistensi blog sebenarnya sudah mulai bermunculan disana-sini, namun gong-nya ditandai dengan diadakannya pesta blogger pertama pada tahun 2007 lalu. Moment tersebut merupakan tonggak sejarah bagi dunia blogger di Indonesia, karena bertepatan dengan acara tersebut, pemerintah menetapkan bahwa setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Zaman sudah terbalik saat ini, sejak dunia blog menjadi &#8216;booming&#8217;, idiom kurang gaul sebagaimana sudah saya sampaikan diatas rasanya lebih cocok ditujukan bagi orang-orang yang tidak tahu mengenai blog, apalagi sampai tidak memiliki sebuah blog.&#8221;</p>
<p>aktual Pada kesempatan lain Rendy Maulana seorang blogger yang bekerja sebagai entreprenur di Bandung, menanggapi, &#8220;Blog di Indonesia berkembang cepat sekali, selain banyak blogger baru bermunculan, banyak juga komunitas blog baru yang mewadahi blogger baru ini untuk bersosialisasi juga melakukan kegiatan positif lebih dari sekedar nongkrong dan ngobrol. Tentunya hal ini akan membawa hawa kompetitif bagi blogger untuk berkarya baik itu offline maupun online dengan lebih baik.&#8221;</p>
<p>Menambah Teman, Menjaring Ilmu</p>
<p>&#8220;Saya mendukung sekali adanya Pesta Blogger. Tema Pesta Blogger 2008, Blogging for Society saya kira cukup tepat untuk mengajak para blogger untuk lebih peduli pada lingkungan di sekitarnya, bersama memberikan manfaat dari apa yang mereka punya,&#8221; ujar Eko saat ditanyakan tanggapannya tentang PestaBlogger 2008. &#8220;Harapan saya&#8221;, tambah lelaki yang memiliki hobi mencoba-coba software, browsing, utak-atik web ini, &#8220;karena tahun ini Pesta Blogger dilakukan pula pada beberapa kota dan juga kesempatan mengadakan acara sejenis pada daerah masing-masing, akan semakin banyak blogger yang dapat mengikuti dan misi blogging for society akan lebih mengena pada banyak blogger dan gaungnya pada masyarakat mengenai memasyarakatnya para blogger akan semakin terdengar. Untuk saya pribadi, mengenai partisipasi secara fisik berkumpul dan mengikuti acaranya, masih belum bisa memastikan. Sepanjang saya bisa misalnya pada hari libur, saya akan mengusahakannya untuk datang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Insya Allah, kalau tidak halangan, saya akan berpartisipasi dalam Pesta Blogger 2008. Siapa tahu disana saya bisa menambah teman blogger dari seluruh Indonesia, atau menjaring ilmu dari para blogger yang sudah berpengalaman. Harapan saya : berkaca dari Pesta Blogger 2007, yang kebetulan saya ikuti, yang sepertinya menjadi ajang kopdar blogger dari berbagai penjuru, semoga Pesta Blogger 2008 diisi dengan acara yang menarik misalnya saja dengan tema khusus, *Bagaimana Blog dalam Pemilu 2009*, hehehe,&#8221; kata Indah Juli yang saat ini berdomisili di Harapan Jaya Bekasi.</p>
<p>&#8220;Pesta Blogger? Wah pengen banget tuh datang, apalagi bisa kenalan sekalian belajar ama blogger2 senior se antero nusantara,&#8221; tukas Rusdianto antusias.&#8221;Harapan saya,&#8221; imbuh lelaki kelahiran Makassar 4 Mei 1981 ini,&#8221; dari pesta blogger 2008 ini, pastinya dapat mempererat silaturahim antara sesama blogger se Indonesia, dan tentunya kita sebagai blogger indonesia melalui acara ini dapat membuktikan keberadaan kita kepada indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya sekaligus juga membuktikan bahwa blogger indonesia juga dapat berbuat sesuatu melalui kegiatan-kegiatan yang positifnya.&#8221;</p>
<p>aktual &#8220;Dalam Pesta Blogger 2008 kali ini saya tidak ingin ketinggalan lagi seperti tahun sebelumnya, menyesal sekali tidak sempat menghadiri acara akbar tersebut karena berhalangan akan sesuatu hal,&#8221; ucap Yulyanto optimis. &#8220;Melalui Pesta Blogger kali ini saya berharap, pemerintah bisa memberikan semacam &#8216;reward&#8217; kepada orang-orang ataupun komunitas yang telah sangat berperan dalam memajukan perkembangan blog di tanah air. Selain itu saya juga berharap agar pemerintah bisa menjadi sebagai fasilitator dan terus mendukung perkembangan blog di tanah air, tentunya dengan tetap mengacu dan sejalan dengan tujuan pemerintah, tanpa harus membatasi kebebasan nge-blog para blogger, terutama dalam hal-hal yang bersifat positif,&#8221; tambah ayah satu anak ini.</p>
<p>&#8220;Sejujurnya saya ingin sekali hadir,&#8221; ucap Rendy yang juga adalah lulusan S1 Management Business ITB, &#8220;namun belum tahu apa yang dapat saya kontribusikan, harapan saya, perhelatan akbar blogger nasional ini dapat menjadi ajang laporan kegiatan dari komunitas blog masing-masing, dan juga sebagai ajang benchmark kegiatan blogger, juga saling bersosialisasi dalam skala nasional (mungkin internasional).&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena tahun 2007 kemarin pada saat Pesta Blogger yang pertama diadakan saya juga turut hadir, otomatis untuk tahun ini saya juga nggak mau ketinggalan dong,&#8221; ujar Lina penuh semangat. &#8220;Apalagi,&#8221; tambah mahasiswi S1 Psikologi danbekerja sebagai social worker ini, &#8220;selama setahun pasti sudah banyak bermunculan blogger-blogger baru, Pesta Blogger 2008 pastinya jadi Kopdar Akbar bagi para blogger se-Indonesia. Wah&#8230; sayang kalo dilewatkan. Jadi harus datang dan ikut berpartisipasi. Harapan saya lewat Pesta Blogger tahun ini, para blogger bisa menunjukan kalo keberadaan blogger bukan cuma di dunia maya saja tapi kita benar-benar bisa eksis juga di dunia nyata. Sekaligus menepis anggapan buruk tentang blogger.&#8221;</p>
<p>Lebih Merakyat dan &#8216;aura&#8217; Lebih Luas</p>
<p>&#8220;Saran saya untuk PB2008, makin banyak blogger dan calon blogger yang turut andil dalam acara tersebut, tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Dan setelahnya dapat benar-benar mengaplikasikannya, semakin erat persaudaraan para blogger, semakin bermanfaat apa yang dituliskannya tidak saja untuk diri sendiri atau kelompok tapi juga untuk masyarakat sevara luas. Hal yang saya harapkan juga adalah, tidak saja pada makin banyak jumlah blogger dan blog yang ada, tapi juga kualitas masing-masing blog,&#8221; kata Eko ketika ditanyakan saran-sarannya untuk pesta blogger mendatang.</p>
<p>Ketika ditanyakan hal serupa, Rendy menjawab lugas, &#8220;Pesta Blogger 2008 dibuat lebih merakyat, atau kalau perlu ajak pejabat lain, agar ngeblog juga, pasca pelaksanaan, jangan sampai pesta blogger jadi ajang pamer blogger, jadikan itu ajang sosialisasi yang baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saran-saran saya dalam Pesta Blogger 2008 kali ini adalah terkait dengan masih kurangnya sosialisasi dari pihak panitia mengenai pesta akbar tersebut,&#8221; ungkap Yulyanto. &#8220;Publikasi tidak hanya melalui website rasanya perlu menjadi pertimbangan panitia, seperti publikasi ke-beberapa media melalui koran, majalah, televisi, pamflet dan sebagainya yang tentunya akan berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan acara tersebut. Diskusi interaktif mengenai Pesta Blogger melalui media televisi rasanya masih cukup ampuh untuk membuat masyarakat ngeh Apa dan Bagaimana sich Pesta Blogger itu? Mengapa dilakukan? dsb. Pastinya saya berharap Pesta Blogger 2008 kali ini auranya tidak hanya dirasakan oleh para blogger saja, namun bisa juga dinikmati oleh masyarakat luas selain blogger dan hal ini tentunya sangat sesuai dengan tema yang diusung dalam Pesta Blogger 2008 kali ini, yakni Blogging for Society,&#8221; ujar lelaki yang bekerja sebagai Pegawai Swasta, Blogger, Lecturer dan memiliki hobi Membaca, Menulis, Blogwalking, ICT ini.</p>
<p>aktual Saran saya, tidak ada perbedaan antara blogger senior dan junior, blogger seleb dan tidak seleb. Pesta blogger harus benar-benar pesta, yang bisa dinikmati siapa saja, tanpa ada batasan-batasan. Tidak penting asalnya dari mana, dari komunitas apa, pada Pesta Blogger 2008, semua harus bersatu padu.Komunitas itu penting, tapi di event sebesar Pesta Blogger, itu tidak harus dibawa-bawa,&#8221; kata Indah Juli yang mengaku memiliki hobi ngeblog, membaca, menulis, dan nonton film ini.</p>
<p>Sementara itu Lina bertutur, &#8220;Pelaksanaan Pesta Blogger tahun ini,saya sarankan untuk lebih banyak merangkul dan memberdayakan teman-teman blogger di komunitas blogger daerah yang mulai banyak di Indonesia.&#8221; Perempuan yang punya hobi baca novel, fotography, editing foto, traveling ini lalu menambahkan, &#8220;Pesta Blogger itukan Pesta buat seluruh blogger se-Indonesia. Apalagi telah banyak komunitas blogger daerah yang bermunculan. Rangkul semua komunitas tersebut hingga jadi satu kesatuan yang utuh. Sehingga kebersamaan antara para blogger semakin terasa selepas pesta blogger tahun ini.&#8221;<br />
(http://bz.blogfam.com/2008/09/pesta_blogger_2008_meretas_jal.html)</p>
<br />Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=31&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2009/01/11/perkembangan-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/29/24/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/29/24/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 08:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[PONSEL SEBAGAI TEKNOLOGI BUDAYA DAN BUDAYA TEKNOLOGI By qofar Jakarta, (Weekly Review) Adalah sebuah teknologi bernama telepon selular (ponsel), yang kemudian melahirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat di dunia yang sudah sangat renta ini, yaitu &#8220;budaya mobilitas&#8221; (culture of mobility). Budaya bergerak inilah yang kemudian menginspirasikan sekian banyak para pemuja piranti teknologi informasi (TI) untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=24&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PONSEL SEBAGAI TEKNOLOGI BUDAYA DAN BUDAYA TEKNOLOGI<br />
By qofar<br />
Jakarta, (Weekly Review) Adalah sebuah teknologi bernama telepon selular (ponsel), yang kemudian melahirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat di dunia yang sudah sangat renta ini, yaitu &#8220;budaya mobilitas&#8221; (culture of mobility). Budaya bergerak inilah yang kemudian menginspirasikan sekian banyak para pemuja piranti teknologi informasi (TI) untuk dapat berkomunikasi kapan dan di mana saja. Bahkan salah satu produsen ponsel terkemuka, menjadikan budaya mobilitas tersebut sebagai salah satu pameo budaya kerja mereka.</p>
<p>Para penganut budaya mobilitas percaya bahwa ruang dan waktu tidak lagi menjadi sesuatu batasan dalam bekerja, berkomunikasi dan beraktifitas. Dengan mengadopsi budaya mobilitas, kantor Anda adalah diri Anda sendiri. Kantor Anda ter-embedded pada diri Anda, kemanapun Anda pergi.</p>
<p>Anda bahkan bisa &#8220;melipat dunia&#8221;, hanya bermodalkan sebuah ponsel. Teleworking, telecommuting, teleconference dan bertele-tele lainnya, kini sudah bisa dilayani oleh ponsel. Tentunya ponselnya juga harus yang canggih punya, bukan yang sekelas &#8220;jutaan umat&#8221; pada beberapa tahun silam yang laris-manis walaupun keunggulannya hanya pada game uler-uleran-nya.</p>
<p>Kini ponsel dengan kelengkapan kamera untuk still image hingga video, dengan resolusi yang semakin membaik, adalah pilihan bagi mereka yang berduit cukupan. Bluetooth dan MMS pun adalah suatu keharusan ketika mereka memutuskan untuk membeli ponsel. Digunakan atau tidak itu urusan nanti, mungkin ngerti fungsi dan memfungsikannya pun tidak. Pokoknya, nge-trend gitu lho!</p>
<p>Celakanya, suatu budaya tak lebih dari sekedar hasil kreasi akal-budi manusia yang kerap tak dilengkapi dengan &#8220;buku manual&#8221;, termasuk budaya mobilitas tersebut. Sehingga mereka yang hidup di dan dengan budaya tersebut kemudian mudah menjadi gamang ketika menyadari bahwa bersama budaya mobilitas ternyata ikut pula terbawa beberapa dampak yang dapat memukul balik para pengikutnya. Mereka tak siap menghadapinya.</p>
<p>Budaya mobilitas (baca: ponsel) ternyata juga &#8220;menabrak&#8221; pakem privasi, yaitu dengan nyasarnya konten pornografi hingga ke tempat privat dan nyasarnya konten privat hingga ke tempat publik.</p>
<p>Konten Porno ke Tempat Privat</p>
<p>Untuk dampak yang pertama, yaitu nyasarnya konten pornografi hingga ke tempat privat, ini sempat menjadi headline di tabloid Nakita (nomor 316, tahun VII, 23 April 2005) beberapa waktu lalu. Diberitakan dalam tabloid tersebut, bahwa anak-anak usia dini yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sangat rentan terpapar konten pornografi melalui ponsel yang dibawanya. &#8220;Pornografi di Ponsel Anak, Banyak Anak SD Jadi Sasaran!&#8221;, demikian tabloid tersebut menuliskan besar-besar judul beritanya pada halaman depan.</p>
<p>Memang dengan membekali ponsel ke anak, orang tua akan bisa selalu berkomunikasi kapan saja dengan anaknya. Masalahnya, baik orang tua maupun si anak ternyata tidak terlalu paham tentang fitur-fitur ponsel. Walhasil, si anak dibekali ponsel yang tercanggih, lengkap dengan fasilitas MMS-nya, yang kemudian menjadi salah satu target konten porno yang nyasar.<br />
Ponsel sebagai sarana komunikasi yang paling privat antara orangtua dan anak, pun ternyata dapat dikotori dengan konten-konten porno dari antah-berantah.</p>
<p>Padahal urusannya simpel saja. Jangan berikan ponsel yang canggih untuk digunakan oleh anak. Berikan saja ponsel dengan fitur paling minim, cukup telepon dan SMS saja. Paling banter harga barunya hanya setengah jutaan saja. Daripada memanjakan anak dengan teknologi tercanggih, yang akhirnya malah jadi berabe.</p>
<p>Konten Privat ke Tempat Publik</p>
<p>Kemudian, dampak kedua ini juga tidak kalah seru. Kini di Internet semakin banyak berseliweran gambar-gambar (still image) ataupun cuplikan video (video clip) dengan konten lokal yang cukup &#8220;panas&#8221;! Konten-konten tersebut kuat diduga diambil dengan menggunakan fasilitas kamera pada yang sudah built-in pada banyak ponsel keluaran terkini.</p>
<p>Misalnya ada sebuah video clip yang menggambarkan suasana di dalam ruang kelas dengan beberapa siswi menggunakan baju seragam berlambang OSIS, kemudian saling mempertunjukkan beberapa bagian tubuh mereka yang sebelumnya tertutup oleh baju seragam. Beberapa mailing-list (milis) yang turut mendistribusikan konten-konten tersebut kerap mempercayai bahwa para obyek dalam konten tersebut adalah siswi SMU negeri yang cukup terkenal di Jakarta.</p>
<p>Selain itu, kini tengah heboh penyebaran konten video clip seseorang perempuan yang diklaim sangat mirip Mawar, juara 2 AFI. Bahkan banyak pula yang yakin bahwa obyek dalam video clip tersebut memang benar Mawar itu sendiri. Dalam konten tersebut si perempuan tengah dilulur dan tampak setengah badan ke atas tanpa busana. Sembari dilulur, ada seorang rekannya yang merekam menggunakan sebuah ponsel dan tampak akrab bercakap-cakap dengan perempuan tersebut. Tablod Star Nova (nomor 142, tahun III, Mei 2005) bahkan memajang besar-besar judul &#8220;Adegan Panas Mawar AFI Beredar!&#8221; pada halaman depannya.</p>
<p>Yang menarik dari kedua contoh di atas adalah, bahwa baik antara si perekam gambar maupun pihak yang direkam gambarnya, ternyata sama-sama saling kenal, berinteraksi secara langsung saat penggambilan gambar dan tampak tidak adanya unsur paksaan. Dan bukan tidak mungkin, para pihak yang terlibat tersebut memang tidak pernah punya itikad untuk menyebarluaskan &#8220;hasil karya&#8221; mereka. Toh memang tidak salah ketika berkreasi sesuatu untuk koleksi pribadi atau terbatas.</p>
<p>Lalu mengapa koleksi pribadi tersebut bisa meluncur bebas di Internet? Salah satu hasil analisis yang masuk akal adalah karena koleksi tersebut &#8220;dicuri&#8221;. Karena dengan berbagai trik yang tidak terlalu sulit, kini konten apapun yang ada di ponsel berfitur canggih, akan dapat disadap. Lupa mematikan fitur bluetooth di tempat umum misalnya, ditambah dengan sedikit kecerobohan dalam menjawab pesan yang muncul di layar ponsel, akan mengakibatkan seluruh isi ponsel dapat dikopi oleh seseorang yang antah-berantah.</p>
<p>Mobilitas vs Permisifitas</p>
<p>Kalau sudah begini keadaannya, maka tak ada hal lain yang bisa kita lakukan, selain lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan teknologi. Sekedar mengikuti tren tanpa pengetahuan yang cukup, sama saja bunuh diri. Memang kita lebih senang mengutuk para pelaku penyebaran konten privat ke tempat publik atau konten porno ke tempat privat. Dan konyolnya, bukan bualan jika akhirnya teknologi yang disalahkan.</p>
<p>Padahal teknologi adalah sekedar alat pemutar suatu budaya, budaya mobilitas. Dan memang akhirnya yang namanya mobilitas bukan lagi sekedar pada pelakunya, tetapi juga pada kontennya. Ketika Anda memilih hidup pada budaya mobilitas ini, maka batasan antara privasi ataupun ruang privat menjadi kabur. Privasi adalah hal yang kian hari kian diperjuangkan oleh banyak orang, tetapi di saat yang bersamaan keberadaan teknologi seolah berada pada garis yang berseberangan.</p>
<p>Untuk itu, tak ada salahnya jika kita pahami bahwa dalam budaya mobilitas, yang bergerak (mobile) selain pelaku dan kontennya, juga tingkat permisifitas kita. Kita semakin &#8220;dipaksa&#8221; untuk memaklumi bahwa privasi haruslah digadaikan dalam budaya mobilitas. Dan ini berarti termasuk privasi anak-anak dan para remaja kita! Mudah-mudahan deskripsi pada paragraf terakhir ini tidak pernah terjadi.</p>
<p>Sumber: http://qofarjoernalizt.blogspot.com/</p>
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=24&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/29/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perkembangan telepon seluler</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:10:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TELEPON SELULER (handphone) Handphone merupakan salah satu dari perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, SMS, berfoto dan juga saling mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handpone mungkin tidak kita sadari sama sekali. Selain memudahkan dalam berkomunikasi sebagai dampak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=21&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://kuliahpakjaiz.blog.friendster.com/?p=121">PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TELEPON SELULER (handphone)</a></h2>
<p><em><span style="color:#000000;"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/08/201519p.JPG" border="1" alt="" width="298" height="225" align="bottom" /></span></em></p>
<p><em><span style="font-family:Times New Roman;">Handphone</span></em><span style="font-family:Times New Roman;"> merupakan salah satu dari perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, SMS, berfoto dan juga saling mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handpone mungkin tidak kita sadari sama sekali. Selain memudahkan dalam berkomunikasi sebagai dampak positif yang manusia dapatkan, terdapat pula dampak negatif yang manusia dapatkan sebagai akibat menggunakan </span><em><span style="font-family:Times New Roman;">handphone</span></em><span style="font-family:Times New Roman;"> atau telepon genggam ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Handphone pada saat ini tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa saja. Sekarang anak-anak pun sudah banyak yang memiliki handphone dengan kecanggihan yang tidak kalah dengan handphone orang dewasa. Sehingga dampaknya terjadi tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Misalnya pada anak-anak selain fungsi handphone sebagai alat komunikasi, anak-anak dinilai “ikut-ikutan” terhadap tren saja. Banyak hal yang dapat diperhatikan dari fenomena ini. Misalnya adalah jika dilihat dari segi sosial, kesenjangan akan sangat terlihat antara anak yang berasal dari keluarga mampu secara finansial dan yang tidak dalam suatu komunitas di sekolahnya. Penggunaan telepon selular secara tidak langsung juga dinilai dapat mempengaruhi lingkungan pergaulan anak-anak.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">kepemilikan telepon selular oleh anak berkaitan dengan perkembangan psikologisnya khususnya dalam mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial dan komunikasi serta keinginan untuk diterima di pergaulannya (popularitas). Kreativitas, ego serta kondisi lingkungan (apakah teman-temannya mempunyai telepon selular) secara psikologis dapat memicu seorang anak untuk memiliki telepon selular.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Selain itu dampak negatif dari perkembangan teknologi hadphone terjadi juga pada orang dewasa diantaranya :</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengurangi 	sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat 	internet daripada bertemu secara langsung (face to face).</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Times New Roman;">Dari sifat sosial yang berubah 	dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 	Manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan 	lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh HP, maka di 	zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan 	dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan 	meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer 	uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan 	tanpa beranjak dari tempat sedikitpun. Memang akan menjadi lebih 	mudah tetapi orang akan lebih tidak peduli dengan rasa sosial.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Sebagai contohnya dapat kita lihat dalam film wall-e. film dengan setting masa depan yang serba canggih yang segala macam bentuk aktifitasnya dilakukan secara digital. Mulai dari makan, berbelanja, hingga mandi dilakukan dengan system komputer sehingga manusia tidak perlu bergerak atau berjalan dan hanya tinggal duduk di kursi saja semua sudah dijalankan.  Oleh karena itu manusia menjadi malas dan karena hanya terpaku pada penggunaan teknologi saja bahkan merekapun jadi lupa untuk bersosialisasi dengan org sekitar saking terbuai dengan kenikmatan teknologi.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Perkembangan  telepon seluler sekarang ini juga menjadi menarik untuk disimak karena konvergensi teknologi yang sekarang terjadi mengisyaratkan kita bahwa kemajuan teknologi komunikasi informasi sekarang ini tidak memiliki batas sama sekali. Sulit bagi kita sekarang ini membedakan mana masuk kategori ponsel, kategori komputer, kategori pemutar musik digital, maupun kategori kamera digital atau video digital.Tampaknya sudah tidak ada lagi batasan yang jelas antara berbagai teknologi yang tersedia sekarang ini di pasaran yang semuanya menjadi sebuah kesatuan dan berbagai fungsi terkumpul dalam sebuah perangkatJika di bandingkan dengan jaman dulu perkembangan teknologi handphone tidak berkembang pesat seperti sekarang ini.·        dapat di lihat dari model handphone jaman dulu desai nya sangat sederhana dan lebih cenderung simple,tidak seperti jaman sekarang,model handphone banyak yang berbentuk unik dan besar.·        Jaman dulu layar handphone hanya bisa 1 warna atau sedikit.·        Ringtone nya masih pollyphonic.·        Belum bisa mengunakan lagu sebagai nada sambung.Dan perkembangan yang semakin maju Pada industri ponsel,  dapat di lihat fenomena terlihat dengan semakin banyaknya perangkat ponsel yang penuh dengan berbagai ragam kemampuan multimedia, dan bahkan pada model-model tertentu sudah bisa menjadi fungsi komputer dengan kecepatan komputasi yang setara ketika komputer pertama kali digunakan secara massal oleh konsumen. di antara perkembangan kedua teknologi ini adalah persoalan desain. Rancangan desain ponsel sekarang ini beribu macam, dari yang sederhana sebagai sebuah ponsel belaka sampai tercanggih.Contohnya saja untuk handphone jaman sekarang,banyak ang sudah dilengkapi oleh kecanggihan teknoogi seperti MMS,3G,GPRS,ringtone ujuga semakin canggih(bisa mengunakan MP3 sebagai ringtone),warna untuk layar semakin banyak,dan untuk sekarang ini nada sambung handphone bia mengunakan sesuai dengan yang kita inginkan.</span><br />
MMS :seperti pesan text biasa,tetapi untuk MMS dapat melakukan pengiriman pesan beserta gambar.<br />
3G    : telepon dengan lawan bicara,tetapi bisa di lakukan secara tatap muka.(dan sekarang untuk handphone yang lebih canggih dilengkapi 3,5G dan 4G).<br />
GPRS: untuk internet,membuka email.<br />
<span style="font-family:Times New Roman;">Dengan semakin maju perkembangan teknologi handphone semakin membantu oran-orang dalam melakukan segala aktifitas,karena handphone dapat dikatakan sebagai indenditas seseorang.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Sekarang ini perkembangan teknologi ponsel sangatlah menjajikan apabila dilihat dari dunia bisnis. Mereka memanfaatkan ide-ide kreatif mereka dengan hanya mengeluarkan modal yang tidak banyak tapi bisa menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya.Seperti yang kita ketahui sekarang ini banyak sekali game-game yang bisa di download ke hp kita dengan mudahnya. Hanya dengan tinggal mengirimkan sms seharga kurang-lebih 2000 rupiah kita bisa mendapatkan game yg kita mau. Ataupun lagu-lagu yang baru-baru untuk dijadikan ringtone.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Ataupun sekarang ini kita juga bisa mendownload foto-foto artis, mendapatkan sms dari artis favorit kita dengan hanya mengirimkan sms saja. Tidak hanya untuk hiburan saja kita juga bisa mendapatkan informasi atau berita dengan cara berlangganan maka tiap hari provider akan mengirimkan berita terbaru yang kita inginkan. jadi dengan adannya bisnis ini, seperti terjadi adanya simbiosis mutualisme antara pengguna seluler dengan provider pasalnya dengan mengeluarkan uang kurang lebih 2000 kita juga akan mendapatkan informasi-informasi yang kita inginkan, seperti selebritis, berita, pendidikan sampai ramalan sehinga masing-masing pihak mendapatkan keuntungannya masing-masing. Tetapi tidak semua provider berlaku jujur karena terkadang walaupun kita telah memutuskan untuk tidak melanjutkan berlanganan lagi, tetapi mereka tetap memotong pulsa kita. Jadi kita sebagai consumen harus pintar-pintar memilih. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://kuliahpakjaiz.blog.friendster.com/?p=121">http://kuliahpakjaiz.blog.friendster.com/?p=121</a>)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=21&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-telepon-seluler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/08/201519p.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>perkembangan televisi 2</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi-2/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Teknologi Televisi di Dunia Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=18&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:.2in;"><strong>Perkembangan Teknologi Televisi di Dunia</strong></p>
<p align="justify"><em>Televisi </em>adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia sendiri &#8216;televisi&#8217; secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.<br />
<em><br />
Televisi analog </em>mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.</p>
<p>Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National Television System(s)) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar diteraapkan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa bagian Asia Timur, seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.</p>
<p>Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.<br />
<em><br />
Televisi digital </em>(bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.<br />
<em><br />
Televisi kabel </em>adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telephon juga dapat disampaikan lewat kabel.</p>
<p>Sistem ini banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika karena kepadatan penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya radio, frekuensi yang berbeda digunakan untuk menyebarkan banyak saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima digunakan untuk memilih satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang menggunakan teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi daripada sistem analog.<br />
<em><br />
Televisi satelit </em>adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Di banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk untuk layanan berbayar.</p>
<p>Sinyal televisi satelit pertama disiarkan dari benua Eropa ke satelit Telstar di atas Amerika Utara pada tahun 1962. Satelit komunikasi geosynchronous pertama, Syncom 2 diluncurkan pada tahun 1963. Komunikasi satelit komersial pertama di dunia, disebut Intelsat_I (disebut juga Early Bird), diluncurkan ke orbit pada tanggal 6 April 1965. Satelit jaringan televisi nasional pertama, Orbita, dibuat di Uni Soviet pada tahun 1967. Satelit domestik Amerika Utara pertama yang memuat siaran televisi adalah geostasiun Anik 1 milik Kanada, yang diluncurkan pada tahun 1872.id:Satellite television.</p>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://www.cybermq.com/index.php?intermezzo/detail/1/10/intermezzo-10.html">http://www.cybermq.com/index.php?intermezzo/detail/1/10/intermezzo-10.html</a>)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=18&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perkembangan televisi</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Televisi TV LCD merk Philips Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia &#8216;televisi&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=15&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="western"><a name="siteSub"></a>Televisi</h1>
<div id="bodyContent" dir="ltr">
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f7/CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg/180px-CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg" border="0" alt="" width="180" height="135" align="bottom" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg"><span style="color:#000080;"><img src="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" border="1" alt="" width="15" height="11" align="bottom" /></span></a></p>
<p>TV LCD merk Philips</p>
<p><strong>Televisi</strong> adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. 	Kata televisi berasal dari kata <em>tele</em> dan <em>vision</em>; yang 	mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi 	televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan 	televisi disejajarkan dengan penemuan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roda">roda</a>, 	karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 	&#8216;televisi&#8217; secara tidak formal disebut dengan TV, <em><strong>tivi</strong></em>, 	<em><strong>teve</strong></em> atau <em><strong>tipi</strong></em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Braun_HF_1.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Braun_HF_1.jpg/180px-Braun_HF_1.jpg" border="0" alt="" width="180" height="236" align="bottom" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Braun_HF_1.jpg"><span style="color:#000080;"><img src="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" border="1" alt="" width="15" height="11" align="bottom" /></span></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a name="toc"></a>TV Braun HF1 Jerman 	tahun 1959</p>
<h2>Perkembangan</h2>
<p>Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu 	maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. 	Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. 	Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, 	hukum <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang_elektromagnetik">gelombang 	elektromagnetik</a> yang ditemukan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Joseph_Henry&amp;action=edit&amp;redlink=1">Joseph 	Henry</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Faraday">Michael 	Faraday</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1831">1831</a>) 	yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1876">1876</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Carey&amp;action=edit&amp;redlink=1">George 		Carey</a> menciptakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Selenium_camera&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>selenium 		camera</em></a> yang digambarkan dapat membuat seseorang <em>melihat 		gelombang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik">listrik</a></em>. 		Belakangan, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eugen_Goldstein">Eugen 		Goldstein</a> menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa 		itu dinamakan sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sinar_katoda&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>sinar 		katoda</em></a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1884">1884</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_Nipkov&amp;action=edit&amp;redlink=1">Paul 		Nipkov</a>, Ilmuwan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a>, 		berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a> yang disebut <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop">teleskop</a> elektrik</em> dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi">resolusi</a> 18 garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1888">1888</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Freidrich_Reinitzeer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Freidrich 		Reinitzeer</a>, ahli <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Botani">botani</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austria">Austria</a>, 		menemukan cairan kristal (<em>liquid crystals</em>), yang kelak 		menjadi bahan baku pembuatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a>. 		Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1897">1897</a> &#8211; 		Tabung Sinar Katoda (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CRT">CRT</a>) 		pertama diciptakan ilmuwan Jerman, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Ferdinand_Braun">Karl 		Ferdinand Braun</a>. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila 		terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1900">1900</a> &#8211; 		Istilah <em>Televisi</em> pertama kali dikemukakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Constatin_Perskyl&amp;action=edit&amp;redlink=1">Constatin 		Perskyl</a> dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia">Rusia</a> pada acara <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=International_Congress_of_Electricity&amp;action=edit&amp;redlink=1">International 		Congress of Electricity</a> yang pertama dalam Pameran Teknologi 		Dunia di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paris">Paris</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1907">1907</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Campbell_Swinton&amp;action=edit&amp;redlink=1">Campbell 		Swinton</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boris_Rosing&amp;action=edit&amp;redlink=1">Boris 		Rosing</a> dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk 		mengirim gambar.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1927">1927</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Philo_T_Farnsworth&amp;action=edit&amp;redlink=1">Philo 		T Farnsworth</a> ilmuwan asal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utah">Utah</a>, 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika 		Serikat</a> mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 		tahun. Gagasannya tentang <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Image_dissector_tube&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>image 		dissector tube</em></a> menjadi dasar kerja televisi.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1929">1929</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vladimir_Zworykin">Vladimir 		Zworykin</a> dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan 		<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kinescope&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>kinescope</em></a>. 		Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1940">1940</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Goldmark&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter 		Goldmark</a> menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 		343 garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1958">1958</a> &#8211; 		Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a> sebagai tampilan dikemukakan Dr. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Glenn_Brown&amp;action=edit&amp;redlink=1">Glenn 		Brown</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1964">1964</a> &#8211; 		Prototipe sel tunggal display <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_Plasma">Televisi 		Plasma</a> pertamakali diciptakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Donald_Bitzer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Donald 		Bitzer</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gene_Slottow&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gene 		Slottow</a>. Langkah ini dilanjutkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larry_Weber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Larry 		Weber</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967">1967</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=James_Fergason&amp;action=edit&amp;redlink=1">James 		Fergason</a> menemukan teknik <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Twisted_nematic&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>twisted 		nematic</em></a>, layar LCD yang lebih praktis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1968">1968</a> &#8211; Layar 		LCD pertama kali diperkenalkan lembaga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RCA">RCA</a> yang dipimpin <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=George_Heilmeier&amp;action=edit&amp;redlink=1">George 		Heilmeier</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975">1975</a> &#8211; <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larry_Weber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Larry 		Weber</a> dari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Universitas_Illionis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Universitas 		Illionis</a> mulai merancang layar plasma berwarna.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1979">1979</a> &#8211; Para 		Ilmuwan dari perusahaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kodak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kodak</a> berhasil menciptakan tampilan jenis baru <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organic_light_emitting_diode&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>organic 		light emitting diode</em></a> (OLED). Sejak itu, mereka terus 		mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Walter_Spear&amp;action=edit&amp;redlink=1">Walter 		Spear</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Le_Comber&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter 		Le Comber</a> membuat display warna LCD dari bahan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thin_film_transfer&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>thin 		film transfer</em></a> yang ringan.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1981">1981</a> &#8211; 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_televisi">Stasiun 		televisi</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>, 		<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NHK">NHK</a>, 		mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 		garis.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987">1987</a> &#8211; Kodak 		mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.</li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1995">1995</a> &#8211; 		Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar 		plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma 		yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan 		riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari 		perusahaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matsushita&amp;action=edit&amp;redlink=1">Matsushita</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li>dekade <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2000">2000</a>- 		Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik 		LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang 		lebih sempurna dari sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang 	dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. 	Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat 	berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau 	dibandingkan dengan TV CRT atau yang di kenal sebagai <em>Tivi biasa</em> yang kebanyakkan orang pakai pada umumnya.</p>
<h2>Jenis televisi</h2>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_analog">Televisi 		analog</a></p>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital">Televisi 		digital</a></li>
</ul>
<h2>Perkembangan baru</h2>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital">Televisi 		digital</a> (Digital Television, DTV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TV_Resolusi_Tinggi">TV 		Resolusi Tinggi</a> (High Definition TV, HDTV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Video_Resolusi_Ultra_Tinggi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Video 		Resolusi Ultra Tinggi</a> (Ultra High Definition Video, UHDV)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Direct_Broadcast_Satellite&amp;action=edit&amp;redlink=1">Direct 		Broadcast Satellite</a> TV (DBS)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pay_Per_View&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pay 		Per View</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Televisi_internet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Televisi 		internet</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=TV_Web&amp;action=edit&amp;redlink=1">TV 		Web</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Video_atas-permintaan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Video 		atas-permintaan</a> (Video on-demand, VOD)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gambar-dalam-Gambar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gambar-dalam-Gambar</a> (Picture-In-Picture, PiP)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Auto_channel_preset&amp;action=edit&amp;redlink=1">Auto 		channel preset</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perekam_Video_Digital&amp;action=edit&amp;redlink=1">Perekam 		Video Digital</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/DVD">DVD</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=CableCARD&amp;action=edit&amp;redlink=1">CableCARD</a>™</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemrosesan_Cahaya_Digital&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pemrosesan 		Cahaya Digital</a> (Digital Light Processing, DLP)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/LCD">LCD</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plasma_display">Plasma 		display</a> TV Layar Datar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/High-Definition_Multimedia_Interface">High-Definition 		Multimedia Interface</a> (HDMI)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">The <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Broadcast_flag&amp;action=edit&amp;redlink=1">Broadcast 		Flag</a></p>
</li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Digital_Rights_Management">Digital 		Rights Management</a> (DRM)</li>
</ul>
</div>
<p style="margin-bottom:0;">(<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi">http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi</a>)</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=15&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/17/perkembangan-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f7/CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg/180px-CeBIT_2006_Philips_3D_Display_42_3D6W01_WOW_Richardson_Electronics_KUKFilm_1298_by_HDTVTotalDOTcom.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Braun_HF_1.jpg/180px-Braun_HF_1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/skins/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>konvergensi Media dikaitkan dengan perkembangan teknologi komunikasi</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/11/12/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/11/12/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 07:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } &#8211;&#62; Tantangan Masa Depan Konvergensi Media* Oleh: Anang Hermawan** Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology / ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=12&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><a href="http://abunavis.wordpress.com/2007/12/09/tantangan-masa-depan-konvergensi-media/"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT"><span style="text-decoration:underline;"><span>Tantangan Masa Depan Konvergensi Media*</span></span></span></span></span></span></a></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" lang="it-IT" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Oleh: Anang Hermawan**</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="it-IT">Berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi (</span><span lang="it-IT"><em>information and communication technology </em></span><span lang="it-IT">/ ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media yang menggabungkan teknologi komunikasi baru dan teknologi komunikasi massa tradisional. Pada dataran praktis maupun teoritis, fenomena yang sering disebut sebagai konvergensi media ini memunculkan beberapa konsekuensi penting. Di ranah praktis, konvergensi media bukan saja memperkaya informasi yang disajikan, melainkan juga memberi pilihan kepada khalayak untuk memilih informasi yang sesuai dengan selera mereka. Tidak kalah serius, konvergensi media memberikan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik yang bersifat visual, audio, data dan sebagainya (Preston: 2001)</span><span lang="it-IT"><strong>. </strong></span><span lang="it-IT"><br />
Fenomena jurnalisme </span><span lang="it-IT"><em>online</em></span><span lang="it-IT"> sekarang ini menjadi contoh menarik. Khalayak pengakses media konvergen alias ”pembaca” tinggal meng-</span><span lang="it-IT"><em>click</em></span><span lang="it-IT"> informasi yang diinginkan di komputer yang sudah dilengkapi dengan aplikasi internet untuk mengetahui informasi yang dikehendaki dan sejenak kemudian informasi itupun muncul. Alhasil, aplikasi teknologi komunikasi terbukti mampu mem-</span><span lang="it-IT"><em>by pass</em></span><span lang="it-IT"> jalur transportasi pengiriman informasi media kepada khalayaknya. Di sisi lain, jurnalisme online juga memampukan wartawan untuk terus-menerus meng-</span><span lang="it-IT"><em>up date</em></span><span lang="it-IT"> informasi yang mereka tampilkan seiring dengan temuan-temuan baru di lapangan. Dalam konteks ini, konsekuensi lanjutnya adalah berkurangnya fungsi editor dari sebuah lembaga pers karena wartawan relatif mempunyai kebebasan untuk segera meng-</span><span lang="it-IT"><em>up load</em></span><span lang="it-IT"> informasi baru tanpa terkendala lagi oleh mekanisme kerja lembaga pers konvensional yang relatif panjang.<br />
Pada aras teoritik, dengan munculnya media konvergen maka sejumlah pengertian mendasar tentang komunikasi massa tradisional terasa perlu diperdebatkan kembali. Konvergensi menimbulkan perubahan signifikan dalam ciri-ciri komunikasi massa tradisional atau konvensional. Media konvergen memadukan ciri-ciri komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi dalam satu media sekaligus. Karenanya, terjadi apa yang disebut sebagai demasivikasi (</span><span lang="it-IT"><em>demasssification</em></span><span lang="it-IT">), yakni kondisi di mana ciri utama media massa yang menyebarkan informasi secara masif menjadi lenyap. Arus informasi yang berlangsung menjadi makin personal, karena tiap orang mempunyai kebebasan untuk memilih informasi yang mereka butuhkan.<br />
Dalam catatan McMillan (2004), teknologi komunikasi baru memungkinkan sebuah media memfasilitasi komunikasi interpersonal yang termediasi. Dahulu ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai ”alat” semata. Berbeda halnya sekarang, internet menjadi ”media” tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Sifat </span><span lang="it-IT"><em>interactivity </em></span><span lang="it-IT">dari penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan potensi umpan balik (</span><span lang="it-IT"><em>feedback</em></span><span lang="it-IT">), karena seorang khalayak pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan. Karakteristik komunikasi massa tradisional di mana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif media konvergen. Oleh karenanya, diperlukan pendekatan baru di dalam melihat fenomena komunikasi massa. Disebabkan karena sifat </span><span lang="it-IT"><em>interactivity</em></span><span lang="it-IT"> media komunikasi baru, maka pokok-pokok pendekatan linear (SMCRE = </span><span lang="it-IT"><em>source </em></span><em></em><span lang="it-IT"><em> message </em></span><em></em><span lang="it-IT"><em> channel </em></span><em></em><span lang="it-IT"><em> receiver </em></span><em></em><span lang="it-IT"><em> effect/feedback</em></span><span lang="it-IT">) komunikasi massa terasa kurang relevan lagi untuk media konvergen.<br />
Dalam konteks yang lebih luas, konvergensi media sesungguhnya bukan saja memperlihatkan perkembangan teknologi yang kian cepat. Konvergensi mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya hidup dan khalayak. Singkatnya, konvergensi mengubah pola-pola hubungan produksi dan konsumsi, yang penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan. Di negara maju semacam Amerika sendiri terdapat tren menurunnya pelanggan media cetak dan naiknya pelanggan internet. Bahkan diramalkan bahwa dalam beberapa dekade mendatang di negara tersebut masyarakat akan meninggalkan media massa tradisional dan beralih ke media konvergen. Jika tren-tren seperti itu merebak ke berbagai negara, bukan tidak mungkin suatu saat nanti peran pers online akan menggantikan peran pers tradisional. Konvergensi memberikan kesempatan baru kepada publik untuk memperluas pilihan akses media sesuai selera mereka. Dari sisi ekonomi media, konvergensi berarti peluang-peluang profesi baru di dunia industri komunikasi.<br />
Tidak kalah pentingnya di dalam mempersiapkan sumber daya yang mampu merespon kebutuhan pasar ke depan adalah sektor pendidikan. Pendidikan sekarang harus mampu merespon tantangan perubahan yang salah satunya diakibatkan oleh merebaknya media konvergen. Terutama untuk jenjang pendidikan tinggi, diperlukan bukan saja kurikulum yang merangkum pelbagai aspek teknis mekanis teknologi komunikasi baru (ICT); melainkan juga perlu ditanamkan kaidah-kaidah profesional sehingga pada saatnya nanti para lulusan dapat berkarya di masyarakat secara etis dan bertanggung jawab. </span><strong>Regulasi</strong> <strong>Konvergensi </strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sifat alamiah perkembangan teknologi selalu saja mempunyai dua sisi, positif dan negatif. Di samping optimalisasi sisi positif, antisipasi terhadap sisi negatif konvergensi nampaknya perlu dikedepankan sehingga konvergensi teknologi mampu membawa kemaslahatan bersama. Pada aras politik ini diperlukan regulasi yang memadai agar khalayak terlindungi dari dampak buruk konvergensi media. Regulasi menjaga konsekuensi logis dari permainan simbol budaya yang ditampilkan oleh media konvergen. Tujuannya jelas, yakni agar tidak terjadi tabrakan kepentingan yang menjadikan salah satu pihak menjadi dirugikan. Terutama bagi kalangan pengguna atau publik yang memiliki potensi terbesar sebagai pihak yang dirugikan alias menjadi korban dari konvergensi media.<br />
Persoalan pertama regulasi menyangkut seberapa jauh masyarakat mempunyai hak untuk mengakses media konvergen, dan seberapa jauh distribusi media konvergen mampu dijangkau oleh masyarakat. Problem mendasar dari regulasi konvergensi media dalam konteks ini terkait dengan seberapa jauh masyarakat mempunyai akses terhadap media konvergen dan seberapa jauh isi media konvergen dapat dianggap tidak melanggar norma yang berlaku. Kekhawatiran sebagian kalangan bahwa isi media konvergen pada bagian tertentu akan merusak moral generasi muda merupakan salah satu poin penting yang harus dipikirkan oleh para pelaku media konvergen.<br />
Beberapa pertanyaan pokok yang harus dijawab terkait dengan isu regulasi media konvergen adalah; <em>pertama,</em> siapa yang paling berkewajiban untuk membuat format kebijakan yang mampu mengakomodasi seluruh kepentingan aktor-aktor yang telibat dalam konvergensi dan <em>kedua </em>adalah<em> </em>bagaimana isi regulasi sendiri mampu menjawab tantangan dunia konvergen yang tak terbendung. Pertanyaan terakhir ini menarik, karena perkembangan teknologi umumnya selalu mendahului regulasi. Dengan kata lain, regulasi hampir selalu ketinggalan jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi komunikasi.<br />
Dalam hal penciptaan regulasi konvergensi media, institusi yang paling berwenang membuat regulasi adalah pemerintah atau negara. Cara pandang demikian dapat dipahami jika dilihat dari fungsi negara sebagai <em>regulatory agent</em> di dalam menjaga hubungan antara pasar dan masyarakat. Di satu sisi negara memegang kedaulatan publik dan di sisi lain negara mempunyai <em>apparatus</em> yang berfungsi menjaga efektif tidaknya sebuah regulasi. Gambaran ideal dari hubungan tiga aktor konvergensi (negara, pasar, masyarakat) ini mestinya berlangsung secara harmonis dan seimbang. Jangan sampai terdapat salah satu pihak yang mendominasi yang lain, misalnya media konvergen cenderung mendominasi masyarakat, sementara masyarakat tidak punya pilihan lain selain menerima apa adanya tampilan-tampilan yang ada pada media.<br />
Membangun sebuah regulasi yang komprehensif dan berdimensi jangka panjang tentu saja bukan hal yang mudah. Bahkan dalam konteks perkembangan teknologi komunikasi yang makin cepat, regulasi yang berdimensi jangka panjang nampaknya hampir menjadi satu hal yang mustahil. Adagium tentang regulasi yang selalu ketinggalan dibandingkan perkembangan teknologi mesti disikapi secara bijak. Pasalnya, sebuah bangunan kebijakan selalu mengandung celah multiinterpretasi sehingga bisa saja hal itu dimanfaatkan untuk menampilkan citraan media yang luput dari tujuan kebijakan. Di sisi lain, pada saat sebuah kebijakan disahkan dan dicoba diimplementasikan, boleh jadi telah muncul varian teknologi baru yang tak terjangkau oleh regulasi tersebut. Ini tidak berarti bahwa pembuatan regulasi tak harus dilakukan, bagaimanapun regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar teknologi komunikasi baru tidak menjadi instrumen degradasi moral atau menjadi alat kelas berkuasa untuk menidurkan kesadaran orang banyak.<br />
Regulasi tetap diperlukan untuk mengawal nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan antarmanusia itu sendiri. Beberapa isu menarik layak direnungkan dalam konteks penyusunan regulasi. <em>Pertama</em> adalah bagaimana pengambil kebijakan mendefinisikan batasan sektor-sektor yang akan dikenai kebijakan, misalnya saja soal hukum yang dapat dijalankan. <em>Kedua</em> bagaimana situasi pasar dan hak cipta diterjemahkan. Wilayah ini menyangkut soal <em>self regulation</em> dan kondisi standarisasi hak cipta. <em>Ketiga</em>, bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun <em>content</em> media menjadi layak kaji dalam hal ini. <em>Keempat</em>, akses pada spektrum frekuensi, <em>kelima</em> mengenai standar jangkauan atau sejauh mana media konvergen dapat dijangkau oleh khalayak serta apakah sebuah akses harus disertai dengan harga yang harus dibayar oleh khalayak. Dan <em>terakhir</em> menyangkut sejauh mana kepentingan khalayak diakomodasi oleh regulasi, misalnya sejauh mana <em>freedom of speech</em> dan kalangan minoritas benar-benar mendapat perlindungan dalam sebuah kebijakan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">(</span></span><span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://abunavis.wordpress.com/2007/12/09/tantangan-masa-depan-konvergensi-media/"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">http://abunavis.wordpress.com/2007/12/09/tantangan-masa-depan-konvergensi-media/</span></span></a></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=12&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/12/11/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>internet dan teknologi website</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/internet-dan-teknologi-website/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/internet-dan-teknologi-website/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertekom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Web 2.0 Oleh : Andi Setiawan Internet Dunia internet seakan-akan telah menjadi bagian hidup dari masyarakat modern saat ini. Betapa tidak, karena internet secara lengkap menyediakan kebutuhan akan informasi, berita, serta ilmu pengetahuan. Dengan internet seolah-olah tidak ada lagi batasan antar ruang dan waktu dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai belahan dunia. Sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=10&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:Arial Narrow;"><span style="font-size:large;"><strong>Teknologi Web 2.0</strong></span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="center">
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial Narrow;">Oleh : Andi Setiawan</span></p>
<p style="line-height:150%;">
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial Narrow;"><strong>Internet</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Dunia internet seakan-akan telah menjadi bagian hidup dari masyarakat modern saat ini. Betapa tidak, karena internet secara lengkap menyediakan kebutuhan akan informasi, berita, serta ilmu pengetahuan. Dengan internet seolah-olah tidak ada lagi batasan antar ruang dan waktu dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di berbagai belahan dunia. Sebagai konsumen dari teknologi web tentunya mengharapkan tampilan layar yang mengasyikan serta mudah dipakai dan dimanfaatkan. Pada dasarnya web merupakan suatu kumpulan <em>hyperlink</em> yang menuju dari alamat satu ke alamat lainnya dengan bahasa HTML (<em>HyperText Markup Languange</em>). </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;"><strong>Teknologi AJAX</strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Dalam pengaplikasian web HTML tidak mungkin sendiri dalam membuat suatu desain yang benar-benar bagus. Oleh karena itu HTML selalu ditemani oleh CSS (Cascading Style Sheet) untuk mempercantik desain, JavaScript untuk membuat tampilan yang dinamis, dan XML (eXtensible  Markup Language) yang digunakan untuk mendefinisikan format data . Teknologi penggabungan dari JavaScript dan XML saat ini yang marak disebut dengan AJAX (Asynchorous JavaScript And XML) yang menekankan pada pengelolaan content dalam website.</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;"><strong>Perkembangan Web 2.0</strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Inovasi dalam dunia web semakin hari kian mengalami perkembangan yang berarti, ini dibuktikan dengan adanya Teknologi Web 2.0 yang dikembangkan sekitar tahun 2004. Walaupun sudah termasuk lama kedengarannya oleh para praktisi web, namum sebagian besar mereka masih bertanya-tanya tentang fungsi dan kegunaannya. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website.</span> <span style="font-family:Arial Narrow;">Dalam perkembangannya Web 2.0 diaplikasikan sebagai bentuk penyajian halaman web yang bersifat sebagai program desktop pada umumnya seperti Windows. Fungsi-fungsi pada penerapannya sudah bersifat seperti desktop, seperti </span><span style="font-family:Arial Narrow;"><em>drag and drop</em></span><span style="font-family:Arial Narrow;">, auto-complete, serta fungsi lainnya. Aplikasi Web 2.0 disajikan secara penuh dalam suatu web browser tanpa membutuhkan teknologi perangkat yang canggih dari sisi user. Tidak mengherankan bila suatu aplikasi (software) dapat diakses secara online tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu. Software tersebut misalnya software pengolah kata (seperti MS Word) atau software pengolah angka (seperti MS Excel). </span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Teknologi ke depan suatu software berbasisi web tidak lagi dijual melainkan suatu fasilitas gratis yang dapat digunakan setiap waktu. Permasalahan manajemen file juga tidak merepotkan, bahkan file dapat disimpan dan juga dapat di-sharing dengan user lain. Implementasi dari teknologi Web 2.0 dapat dilihat pada aplikasi sprearsheet pada Google yang merupakan aplikasi untuk operasi mengolah angka seperti MS Excel. Aplikasi ini dapat dilihat pada http://spreadsheets.google.com/ , tentunya aplikasi tersebut membutuhkan suatu akun Google untuk memasukinya.</span></p>
<p align="center"><img src="http://www.wahanakom.com/teknologiweb2_files/image002.jpg" border="0" alt="" width="423" height="318" align="bottom" /></p>
<p align="center">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Suatu web 2.0 biasanya digunakan sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service).</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;"><strong>Karakteristik Web 2.0</strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow;">Kemudahan berinteraksi antara user dengan sistem merupakan tujuan dibangunnya teknologi Web 2.0. Interaksi tersebut tentunya haruslah diimbangi dengan kecepatan untuk mengakses, oleh karena itu diperlukan suatu bandwith yang cukup untuk loading data. Loading data tersebut dilakukan saat pertama kali membuka situs, data-data tersebut antara lain CSS, JavaScript, dan XML. Salah satu karakteristiknya adalah adanya dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana.</span> <span style="font-family:Arial Narrow;">Adanya kemajuan inovasi pada antar-muka di sisi pengguna merupakan karakter dari Web 2.0. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Kombinasi media komunikasi seperti Instant Messenger (IM) dan Voice over IP (VoIP) akan semakin memperkuat karakter Web 2.0 di dalam situs tersebut.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://www.wahanakom.com/teknologiweb2.htm">http://www.wahanakom.com/teknologiweb2.htm</a></p>
<br />Posted in Pertekom  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=10&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/internet-dan-teknologi-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wahanakom.com/teknologiweb2_files/image002.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Dan Konsep Teknologi</title>
		<link>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/budaya-dan-konsep-teknologi/</link>
		<comments>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/budaya-dan-konsep-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nenkliz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nenkliz.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Budaya Dan Konsep Teknologi Dalam kehidupan kita hari-hari ini, berbagai pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering terdengar. Sudah tentu, diskursus tersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Salah satu sebabnya, boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang teknologi-sebagai perpanjangan tangan dari sains modern-yang dianggap selalu berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=7&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Budaya Dan Konsep Teknologi</strong></p>
<p align="justify">Dalam kehidupan kita hari-hari ini, berbagai 		pendapat yang mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara 		bipolar masih sering terdengar. Sudah tentu, diskursus tersebut 		tidak mungkin muncul tanpa sejarah. Salah satu sebabnya, boleh jadi 		ialah karena pemahaman umum tentang teknologi-sebagai perpanjangan 		tangan dari sains modern-yang dianggap selalu berurusan dengan 		kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika positivisme. 		Sedangkan seni  atau lebih khusus lagi , seni rupa modern, 		umumnya dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identik 		dengan berbagai ketidakpastian, penafsiran personal dan 		subyektifitas. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan 		pandangan khalayak yang di satu sisi memahami teknologi sebagai 		perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara 		konkrit, berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di sisi lain, 		melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin, intuisi, dunia 		pra-reflektif  manusia dan khasanah rasawi yang tak terjamah”.</p>
<div id="content" dir="ltr">
<div id="post-9" dir="ltr">
<p align="justify">Demikian paparan dari Agung Hujatkajennong pada 		diskusi yang berlangsung dalam rangka pameran “Video Sculpture di 		Jerman Sejak 1963″ di ITB, 9 Juni lalu. Pendapat-pendapat 		tersebut memang tidak sepenuhnya keliru melihat pemisahan yang 		secara sadar atau tidak memang dilakukan oleh para pelaku teknologi 		dan seni tersebut. Pemisahan ini tidak terlepas dari ambisi manusia 		sendiri untuk mengejar modernitas, menciptakan spesialisasi dalam 		bidang-bidang kehidupan manusia demi terwujudnya praktik dan 		disiplin keilmuan yang otonom.</p>
<p align="justify">Sejarah sendiri mencatat bagaimana pada paruh 		pertama abad 20, kedua bidang tersebut telah menghasilkan 		puncak-puncak penemuan dalam kebudayaan modern, dimana 		eksperimentasi dan riset menjadi tulang punggung dalam pencapaian 		kesejahteraan manusia. Namun berbagai penemuan tersebut semakin 		memisahkan seni dan teknologi di masa itu hingga menjangkau dalam 		tataran konsep. Keterkaitan antara keduanya hanya samar-samar 		terlihat dalam hal keinginan untuk terus menemukan sesuatu yang 		baru.</p>
<p align="justify">Tetapi dalam dekade 60-an, terjadi perubahan 		mendasar dalam konsep tersebut. Kehadiran genre video art 		mempertemukan dua perangkat tersebut yang bagai dua sisi mata uang 		logam. Memang tidak bisa dipungkiri kehadiran kamera, film, dan 		video telah menciptakan sintesa antara dunia imaji dalam seni 		dengan perangkat teknologi reproduksi mekanik. Kelahiran fotografi 		dan sinema telah membawa perubahan besar dalam kebudayaan manusia. 		Sebuah pendobrakan terhadap tataran konsep pemisahan seni dan 		teknologi.</p>
<p align="justify">Menanggapi berkembangnya video art, Agung 		menjelaskan bahwa seni yang hadir lewat teknologi video memiliki 		ciri unik sendiri. Secara sejarah, karya-karya dalam video art 		menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model persepsi estetik 		secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang 		khusus membedakan dengan seni lukis, tari, teater, bahkan sinema 		sekalipun. Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang 		terikat dengan waktu berbeda dengan lukisan. Karya-karya purwarupa 		video art juga mendeskontruksi konvensi narasi dan pola yang 		penting hadir dalam sinema/film. Ketika fotografi dan film/sinema 		hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni, video art justru 		lahir dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan teknologi.</p>
<p align="justify">Salah satu fenomena yang menjadi kritik terhadap 		seni dan teknologi adalah televisi. Televisi yang hadir dalam 		dekade 60-an, menjadi sebuah jarkon teknologi informasi yang sangat 		agresif. Kebutuhan akan televisi telah memicu lahirnya sistem 		komunikasi yang baru. Sistem komunikasi ini yang mampu mendorong 		perubahan sosial, politik, ekonomi secara besar-besaran dalam 		kehidupan manusia. Sejak pertama kali televisi ditemukan telah 		menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan hiburan, informasi, 		pendapat bahkan ideologi yang terselubung. Kritik yang sama 		terhadap budaya TV dan budaya tontonan juga ditampilkan dalam 		pameran video art bulan ini.</p>
<p align="justify">Video art yang hadir dalam bentuk kritisme 		terhadap seni dan teknologi disajikan dalam bentuk berbeda. Dimana 		seni dan peralatan teknologi sendiri digunakan untuk menggambarkan 		kritik tersebut. Sejak berkembangnya video art sampai sekarang, 		penggunaan perangkat teknologi terbaru juga menyertai setiap karya 		yang hadir. Video art hadir dalam berbagai bentuk teknologi visual 		yang secara konseptual seiring dengan diskursus yang berkembang 		dalam praksis seni rupa.</p>
<p align="justify">Terlepas dari kehadiran video art sebagai bentuk 		kritik, teknologi dan seni memang berada dalam sebuah konteks sama 		mengusung pada kemajuan budaya manusia. Pada tataran tertentu video 		art memang merupakan sinergi paling menguntungkan antara seni dan 		teknologi. Di satu sisi, penemuan-penemuan teknologi telah 		menyumbangkan sistem bahasa yang baru bagi seni, sehingga 		perkembangan seni tidak mandeg dengan kanon-kanon yang klasik 		seperti seni lukis dan seni patung saja. Perkembangan arus 		informasi dan makin gemerlapnya dunia dengan teknologi, seharusnya 		dilengkapi dengan keterlibatan seni dalam perkenalan dengan 		manusia. Seni sebagai sebuah imaji batin yang mampu dirasa 		bersanding dengan penerapan teknologi yang agresif. Dengan tujuan 		yang sama untuk memajukan budaya manusia sekaligus 		mensejahterakannya.</p>
<p align="justify">Diakhir diskusi tersebut, Agung menyampaikan, 		proses-proses kreatif yang hadir dari seni, seharusnya bisa menjadi 		stimulan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan seniman di 		Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di 		masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan 		teknologi. Kolaborasi di antara pihak-pihak tersebut akan 		mengembalikan praksis seni dan teknologi pada fitrahnya sebagai 		techne.<br />
(http://rahmadsp.wordpress.com/2008/10/31/budaya-dan-konsep-teknologi/)</p>
</div>
</div>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />Posted in Kampus  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nenkliz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nenkliz.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nenkliz.wordpress.com&amp;blog=4769643&amp;post=7&amp;subd=nenkliz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nenkliz.wordpress.com/2008/11/04/budaya-dan-konsep-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b827d5d8eafcb04120293fd402586aac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">nenkliz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
